Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya termasuk dalam hal pendidikan. Namun jika orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya karena alasan tidak ada biaya haruskah si anak menjadi korban? Disinilah peran negara dan masyarakat menjadi penting. Perlu adanya regulasi dan aturan yang jelas dari pemerintah untuk melindungi anak-anak usia belajar yang miskin untuk bisa tetap bersekolah. Langkah pemerintah untuk melaksanakan program wajib belajar 9 tahun secara gratis patut didukung oleh semua pihak. Namun jika hal tersebut hanya merupakan kebijakan saja tanpa ada kemampuan untuk mengeksekusi pelaksanaannya, maka pendidikan tetap saja akan menjadi wacana yang tidak dapat dinikmati oleh masyarakat miskin. Pembebasan semua pungutan di semua sekolah negeri perlu diberlakukan untuk memperluas kesempatan tiap anak untuk mendapatkan pendidikan.
Selain pemerintah, masyarakat juga bisa berperan banyak untuk memperluas kesempatan anak-anak miskin memperoleh pendidikan yang layak. Masyarakat perlu peka dengan kebutuhan yang ada di lingkungan sekitarnya. Perlu adanya masyarakat yang mau menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dengan harga miring. Nampaknya hal ini susah banget ya untuk dilakukan?
Kamis, 18 Desember 2008
Kamis, 17 April 2008
Pendidikan kian mahal
Kian hari pendidikan kian mahal. Ini bukan hanya dikeluhkan oleh masyarakat yang status ekonominya di kelas bawah tapi juga oleh masyarakat dengan kelas ekonomi menengah. Bayangkan untuk memasukan anak ke play group saja, dibutuhkan dana awal 2-5 juta rupiah, kisaran harga ini untuk jenis play group yang berlabel 'standard', kalau mau memasukan ke play group yang ada label national +, ortu kudu merogoh koceknya lebih dalam lagi.
Fenomena harga pendidikan kian mahal sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Lembaga-lembaga pendidikan kerap berdalih, uang sekolah yang ada digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Hal ini bisa jadi benar, karena memang tidak bisa dipungkuri harga kadang menentukan kualitas.
Lalu untuk ortu yang tidak mampu membayar, haruskah anak-anaknya tidak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas...................? (to be continued)
Fenomena harga pendidikan kian mahal sudah tidak bisa dipungkiri lagi. Lembaga-lembaga pendidikan kerap berdalih, uang sekolah yang ada digunakan untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah. Hal ini bisa jadi benar, karena memang tidak bisa dipungkuri harga kadang menentukan kualitas.
Lalu untuk ortu yang tidak mampu membayar, haruskah anak-anaknya tidak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas...................? (to be continued)
Langganan:
Komentar (Atom)